Rahasia rezeki (3): kaya bukan berarti mulia, miskin tidak berarti hina

Saat ini sebagian besar manusia mengukur keberhasilannya dengan seberapa banyak materi yang bisa mereka kumpulkan. Semakin banyak materi dan kemewahan yang dikumpulkan, semakin terhormat pula kedudukannya dimata sebagian besar manusia. Kebalikannya, semakin miskin, semakin rendah pula kedudukan sosialnya. Sebagai dampaknya, orang berlomba-lomba mengumpulkan materi meskipun dengan cara tidak halal, seperti korupsi. Karena masyarakatnya sudah menjadi materialistis, maka meskipun sudah ketahuan kekayaannya berasal dari korupsi, masyarakat tidak memandang rendah kepada koruptor tersebut. Tidak ada hukuman sosial dari masyarakat terhadap para koruptor. Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang, namun Allah tidak memandang…

Read More

Rahasia rezeki (2): Allah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki.

Rezeki itu misterius. Tidak ada rumus yang pasti tentang rezeki. Banyak ahli yang mencoba menganalisa karakteristik orang kaya dan membandingkannya dengan orang miskin. Mereka menemukan setidaknya ada 17 cara berpikir dan bertindak orang kaya yang tidak dipunyai orang miskin. Namun menurut saya, karakteristik atau cara berpikir tersebut tidak menjamin akan membuat seorang miskin menjadi kaya. Selain itu, banyak orang kaya yang hanya memiliki beberapa karakteristik orang kaya saja namun mereka tetap kaya. Dilain pihak,¬†banyak juga orang miskin yang memiliki karakteristik atau pola pikir yang sama banyaknya, namun tetap miskin. Saya…

Read More