Gangguan jiwa bipolar (5): strategi mencegah munculnya mania

Strategi mencegah timbulnya mania Pendekatan kognitif dan perilaku untuk mengendalikan munculnya mania atau hipomania adalah: menyadari atau mampu mengenal adanya perubahan kecil pada suasana hati (mood), pikiran, dan perilaku sehingga bisa dilakukan intervenís awal. mengevaluasi dan mengubah pikiran yang kurang tepat, percaya sesuatu yang tidak benar, atau rasa curiga atau percaya diri berlebihan. Menata ulang kegiatan, ide atau rencana dengan tujuan untuk mengurangi dan membatasi ide ide yang muncul. Berikut ini contoh lembar kerja yang bisa dipakai untuk mengelola pikiran penderita hipomania atau mania agar lebih terkontrol   Ketika sedang…

Read More

Gangguan jiwa bipolar (4): episode mania atau hipomania

Paranonia  Pemikiran paranoid (curiga) sering muncul dan terlihat dari tingginya rasa curiga pada orang lain. Rasa curiga tersebut sering didasarkan pada kejadian masa lalu yang terus dipegangnya dan diperkuat dengan fakta fakta yang mendukung (namun mengabaikan fakta yang bertentangan). Interaksi dengan orang yang dicurigai biasanya terlihat tegang karena rasa curiga tersebut. Orang yang dicurigai sering bereaksi karena diperlakukan berbeda dan hal tersebut dipakai sebagai dasar untuk membenarkan bahwa orang tersebut memang patut dicurigai. Meningkatnya jumlah ide dan keinginan   Selama episode mania atau hipomania, penderita akan mempunyai banyak ide dan gagasan.…

Read More

Gangguan jiwa bipolar (3): episoda mania atau hipomania

Gejala kognitif dari mania atau hipomania Perubahan kognitif (pemikiran/pengertian) pada mania atau hipomania mempengaruhi cara pandang mereka terhadap situasi, dan pada jumlah dan kualitas ide baru. Perubahan tersebut dapat dipakai sebagai tanda bahwa episode mania atau hipomania sudah mulai muncul, dan tindakan pencegahan harus dimulai agar keadaan tidak memburuk. Meningkatnya optimisme dan rasa percaya diri. Pada penderita dengan mania atau hipomania, gejala yang paling sering muncul adalah timbulnya rasa percata diri, dan melihat masa depan dan dunia dengan sangat positif berlebihan. Bila sedang mengalami mania, mereka merasa sangat percata diri…

Read More

Gangguan jiwa bipolar (1): Diagnosa gangguan bipolar

Bila dokter menduga adanya gangguan bipolar, maka dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan dan melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis. Hal tersebut diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain yang menimbulkan gejala seperti yang dikeluhkan oleh pasien, menemukan diagnose penyakit dan mendeteksi adanya komplikasi. Beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah: Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan berat badan tinggi badan, suhu tubuh, tekanan darah dan detak nadi, mendengarkan jantung dan paru paru serta memeriksa perut. Pemeriksaan laboratorium. Dokter mungkin akan memerintahkan pemeriksaan darah rutin, atau pemeriksaan fungsi kelenjar gondok bila…

Read More

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (4)

Berikut ini lembar kerja yang bisa dipakai untuk mengelola pikiran penderita hipomania atau mania agar lebih terkontrol   Ketika sedang bergembira (euphoric), saya sering berpikir: Pandangan yang seimbang, sebagai alternatif               Wow, saya punya banyak ide dan kreatif. Saya sangat bersemangat sekarang ini. Orang lain sepertinya tidak puny aide       Berbelanja sepertinya merupakan ide bagus untukku saat ini. Saya ingin punya sepatu buatan luar negeri Tanyakan pada diri sendiri: Adakah fakta yang mendukung bahwa idea tau pemikiran saya benar (realistis)? Apakah ada…

Read More

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (3)

Meningkatnya jumlah ide dan keinginan Selama episode mania atau hipomania, penderita akan mempunyai banyak ide dan gagasan. Penderita biasanya terlalu berlebihan dalam menilai kemampuan dirinya dalam mengerjakan idenya tersebut. Meningkatnya aktivitas mental tersebut (munculnya banyak ide) menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan kegiatan yang sedang dikerjakannya. Kesalahan dalam menilai Penderita hipomania mengalami “kerusakan” pada kemampuannya memberikan penilaian sosial (social judgement) atau menilai sesuatu hal , khususnya dalam hal hubungan antar manusia. Mereka sering menyatakan atau mengerjakan sesuatu yang aneh atau tidak menyadari dampak perkataan atau perbuatan mereka terhadap…

Read More

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (2)

Gejala kognitif dari mania atau hipomania Perubahan kognitif (pemikiran/pengertian) pada mania atau hipomania mempengaruhi cara pandang mereka terhadap situasi, dan pada jumlah dan kualitas ide baru. Perubahan tersebut dapat dipakai sebagai tanda bahwa episode mania atau hipomania mulai muncul, dan tindakan pencegahan harus dimulai agar keadaan tidak memburuk. Meningkatnya optimisme dan rasa percaya diri. Pada penderita dengan mania atau hipomania, gejala yang paling sering muncul adalah timbulnya rasa percata diri, dan melihat masa depan dan dunia dengan sangat positif berlebihan. Bila sedang mengalami mania, mereka merasa sangat percata diri dan…

Read More

Jiwa yang rapuh (1)

Mengapa seseorang memilih menganggur dari pada bekerja seadanya? Apakah hanya karena mereka malas dan tidak mau bersusah payah, ataukah ada alasan yang lebih mendasar sifatnya? Para penganggur biasanya mempunyai salah satu atau beberapa sifat yang sering ada pada seseorang dengan jiwa lemah, seperti: tidak tabah, tidak percaya diri, tidak tahan kritik, menjaga gengsi secara berlebihan dan tidak mau dipandang rendah. Sifat sifat tersebut membuat mereka tidak tahan bila harus bekerja seadanya, seperti: menjadi pedagang kaki lima, buruh, pembantu rumah tangga. Paksaan untuk bekerja seadanya akan dapat membuat mereka menjadi gila,…

Read More

Sisi lain dari kecemasan (anxiety)-3

Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya Apa dampaknya bila kecemasan yang timbul dari masalah yang tidak selesai tersebut dibawa terus? Kecemasan yang berkepanjangan dapat mendorong timbulnya penyakit jasmani, seperti: tekanan darah tinggi, jantung, gangguan kekebalan tubuh, stroke, gula darah, dan penyakit jasmani lainnya. Kecemasan yang berkelanjutan juga membuat seseorang mencoba mengatasi hal tersebut dengan cara yang tidak sehat, sehingga menimbulkan berbagai gejala gangguan kejiwaan. Jenis gejala yang muncul tergantung dari permasalahan yang ada dan bagaimana perasaan yang bersangkutan terhadap masalah yang ada menjadi depresi, badan terasa lemah, sedih berkepanjangan, tidak…

Read More

Memperkuat ketahanan jiwa-6

Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya Kondisi kejiwaan seseorang terbentuk sejak masa kanak-kanak secara pelan pelan. Oleh karena itu, untuk memperkuat ketahanan jiwa anak agar menjadi kuat dan tahan banting juga memerlukan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Proses memperkuat ketahanan jiwa perlu waktu panjang dan memakan banyak energy, kesungguhan dan komitment. Proses memperkuat ketahanan jiwa akan sulit dilakukan oleh psikolog atau psikiater dari tempat praktek, karena akan memerlukan banyak biaya.Selain, proses penguatan ketahanan jiwa tidak dapat hanya dengan terapi bicara/ psikoterapi. Penguatan ketahanan jiwa memerlukan latihan dalam dunia nyata di lapangan. Guru…

Read More