15 intervensi terhadap skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya (1)

Bila tanpa ditangani secara benar dan menyeluruh, penyakit skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya (skizoafektif, bipolar, depresi berat) akan menjadi beban berat bagi keluarga dan masyarakat umum. Pada saat ini sudah ditemukan 15 jenis intervensi/ tindakan  agar skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya bisa dikendalikan sehingga para penderitanya dapat kembali bekerja dan hidup di masyarakat Pengenalan/ deteksi dini. Penderita skizofrenia yang cepat ditangani akan lebih besar kemungkinannya untuk pulih dan hidup normal di masyarakat. Bila lama waktu seseorang penderita tanpa terapi kurang dari 5 tahun, maka kesempatan untuk kembali pulih jauh…

Read More

Laporan Keuangan Februari 2015

Semoga Allah swt berkenan membalas setiap infaq dari para dermawan dan keluarga pasien dengan berlipat ganda. Tanpa dukungan dari para dermawan, maka para penderita gangguan jiwa yang berasal dari keluarga kurang mampu akan kesulitan mendapatkan pelayanan yang diperlukan dalam pemulihan jiwanya. Insya Allah, dengan keberadaan pasien pasien dari keluarga kurang mampu dapat membawa keberkahan dan enegri positif yang akan dapat mendukung proses pemulihan seluruh penderita yang mondok di Tirto Jiwo

Read More

Hidup dengan skizofrenia

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) menyatakan bahwa penderita skizofrenia bisa pulih. Berbagai penelitian telah membuktikan hal tersebut. Hal ini penting disampaikan kepada seluruh penderita skizofrenia, keluarga, dan pendampingnya. Selama ini, karena kurang tepatnya dalam penanganan, maka sebagian besar penderita gangguan jiwa menjadi kronis dan menjadi beban bagi keluarga. Padaha, bil mendapat pengobatan dan dukungan psikosial dari keluarga, kerabat/saudara, teman dan masyarakat sekitarnya, penderita skizofrenia bisa pulih dan kembali hidup bermasyarakat. Penderita skizofrenia sendiri harus punya keyakinan bahwa dirinya bisa punya kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang. Dia harus mau…

Read More

Terapi Keluarga

Berbagai penelitian ilmiah sudah membuktikan bahwa bila suatu keluarga, dimana salah satu anggota keluarganya menderita gangguan jiwa, mendapat terapi keluarga (psiko-edukasi, intervensi keluarga), maka kondisi pasien akan lebih cepat pulih dan kemungkinan kambuh menjadi lebih sedikit. Sayangnya, terapi keluarga masih sangat jarang dilakukan di Indonesia. Akibatnya, sebagian besar pasien menjadi kronis dan menjadi beban keluarga dan masyarakat sekitarnya. Biasanya terapi keluarga dilakukan oleh 2 orang petugas dengan mengunjungi keluarga si penderita. Kunjungan dilakukan secara berkala selama 18 bulan. Pada awalnya, kunjungan dilakukan 1-2 minggu sekali. Setelah 6 bulan, kunjungan dilakukan…

Read More

Obat gangguan jiwa dan kehamilan

Sebagian ibu ibu yang menderita gangguan jiwa perlu minum obat secara teratur. Tanpa minum obat, gangguan jiwanya bisa kambuh. Masalah serius timbul bila ibu ibu tersebut ingin punya anak. Beberapa obat yang sering dipakai untuk mengobati gangguan jiwa mempunyai dampak yang buruk terhadap janin yang dikandungnya. Pada tahun 2009, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Amerika Serikat telah memperingatkan akan bahaya obat Sodium Valproate (Depakote, Depakene) terhadap janin yang terkena obat tersebut. Janin dapat mengalami kelainan pada syaraf tulang belakang, cacat kepala wajah, dan kelainan jantung dan pembuluh darah. Depakoote adalah obat…

Read More

Apa yang bisa membuat kita pulih?

Jalan atau cara orang kembali pulih dari gangguan jiwa berbeda antara satu orang dengan lainnya. Meskipun demikian, beberapa hal dibawah ini telah terbukti membantu orang dengan gangguan jiwa kembali pulih: Harapan. Adanya harapan yang tumbuh didalam diri seseorang bahwa hari esok dapat lebih baik dibanding kondisi sekarang merupakan kunci dalam proses pemulihan. Tanpa adanya harapan, tidak akan ada proses pemulihan. Harapan dapat ditumbuhkan, antara lain, dengan membaca riwayat oarng dengan gangguan jiwa yang kini pulih kembali, bertemu dan bergaul dengan penderita gangguan jiwa yang telah pulih, percaya bahwa Allah itu Maha…

Read More

Seri wirausaha sosial: lapangan kerja penderita gangguan jiwa (3)

La Fageda adalah sebuah wirausaha sosial di Spanyol. Didirikan oleh Christobal Colon, seorang psikolog, pada tahun 1982, La Fageda bergerak di bidang peternakan sapi perah dan pengolahan susu menjadi yoghurt dan hasil olahan lainnya. Yang unik mengenai La Fageda adalah perusahaan tersebut berbentuk koperasi dengan sekitar 280 anggota (pada tahun 2010) dimana sekitar 160 diantaranya adalah penderita gangguan jiwa. Omset mereka mencapai 14 juta dolar per tahun. Di Spanyol La Fageda tidak kalah dari perusahaan besar seperti Danone atau Nestle. Pada tahun 1960an, Christobal Colon melihat bahwa rumah sakit jiwa di Spanyol sangat sedikit…

Read More

Seri wirausaha sosial: lapangan kerja penderita gangguan jiwa (2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pekerjaan merupakan salah satu hal yang penting bagi pemulihan gangguan jiwa. Adanya pekerjaan akan mempermudah dan membantu seseorang pulih dari gangguan jiwanya. Sayangnya, menciptakan lapangan pekerjaan bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Berbagai latihan kerja yang dilakukan oleh rumah sakit jiwa atau panti rehabilitasi tidak mampu memberikan penghasilan yang layak dan kepuasan kerja kepada para penderita gangguan jiwa yang bekerja disana. Harbor City Service merupakan sebuah wirausaha sosial, sebagai bagian dari perusahaan Humanim, yang sebagian besar pegawainya adalah bekas penderita…

Read More

Seri wirausaha sosial: lapangan perkerjaan penderita gangguan jiwa (1)

Di berbagai negara maju, masih banyak penderita gangguan jiwa yang telah pulih, namun hidup dengan sumbangan sosial dari pemerintah. Hanya sekitar 25% penderita gangguan jiwa yang pulih dan bekerja secara penuh. Di Indonesia, karena belum adanya jaminan sosial dari pemerintah, kebanyakan penderita gangguan jiwa menjadi beban keluarganya. Bila keluarga sudah mulai angkat tangan,  sering para penderita tersebut kemudian kambuh kembali dan hidup menggelandang. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu cara yang dikembangkan adalah dengan membuat berbagai perusahaan dimana sebagian besar pegawainya adalah bekas penderita gangguan jiwa yang telah pulih. Perusahaan perusahaan…

Read More

Yayasan Delandsey Street

Yayasan Delansey Street telah berhasil melakukan hal hal yang kelihatannya mustahil dilakukan, yaitu: membuat seseorang yang sudah berkali kali masuk penjara, perampok, pemakai obat bius, pelacur, dan berbagai sampah masyarakat lainnya untuk kembali hidup normal di masyarakat. Selama lebih dari 40 tahun, yayasan Delansey Street sudah melakukan hal tersebut. Hingga saat ini, sudah lebih dari 18000 orang telah lulus dari gemblengan yang dilakukan oleh yayasan Delansey Street. Lulusannya ada yang sudah menjadi pengusaha konstruksi, pemilik restoran, dan berbagai pekerjaan halal di masyarakat lainnya. Yayasan Delansey Street didirikan oleh Dr Mimi Silbert…

Read More