Terapi Keluarga

Berbagai penelitian ilmiah sudah membuktikan bahwa bila suatu keluarga, dimana salah satu anggota keluarganya menderita gangguan jiwa, mendapat terapi keluarga (psiko-edukasi, intervensi keluarga), maka kondisi pasien akan lebih cepat pulih dan kemungkinan kambuh menjadi lebih sedikit. Sayangnya, terapi keluarga masih sangat jarang dilakukan di Indonesia. Akibatnya, sebagian besar pasien menjadi kronis dan menjadi beban keluarga dan masyarakat sekitarnya. Biasanya terapi keluarga dilakukan oleh 2 orang petugas dengan mengunjungi keluarga si penderita. Kunjungan dilakukan secara berkala selama 18 bulan. Pada awalnya, kunjungan dilakukan 1-2 minggu sekali. Setelah 6 bulan, kunjungan dilakukan…

Read More