Jiwa yang rapuh (2)

Tulisan ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya Begitu pula dengan orang yang macet karirnya. Tanpa terlebih dahulu memperkuat jiwanya, mereka sering tidak mampu menemukan dan menerapkan upaya yang diperlukan untuk mengatasi karir yang macet tersebut. Ketika saya baru diangkat untuk memegang jabatan setingkat direktur di Kementrian Kesehatan pada awal tahun 2000, saya ajak ngobrol ketiga kepala bagian yang kebetulan lebih senior dari saya. “Tahu nggak, mengapa saya diangkat jadi pejabat eselon 2?: tanya saya kepada mereka. Tanpa menunggu jawaban dari mereka, langsung saya jawab sendiri: “karena saya baru saja mendirikan panti…

Read More