Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (7)

Tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya Jenis tindakan kekanak-kanakan berikutnya, yang juga sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah melakukan suatu tindakan berdasar angan angan (wishful thinking) atau keinginan, dan tidak berdasar bukti nyata, data atau fakta, atau keadaan yang sebenarnya. Tindakan berdasar angan-angan banyak dilakukan oleh para politikus amatiran. Banyak anggota masyarakat yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR atau DPRD tanpa melihat pada kenyataan bahwa diri mereka tidak populer atau tidak dikenal masyarakat. Akibatnya, meskipun mereka telah menghabiskan banyak dana untuk kampanye, tetap saja mereka tidak terpilih sebagai anggota DPR/…

Read More

Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (6)

Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya Jenis lain dari perilaku ke-kanak kanakan adalah somatisasi (somatization). Somatisasi adalah mengubah dan mengkomunikasikan konflik psikologis menjadi penyakit tubuh dan mencari pengobatan atas penyakitnya. Dengan menyalurkan masalah psikologis dan emosional kedalam penyakit tubuh membuat orang tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah utama sebagai penyebab dari munculnya gangguan psikologis, tetapi lebih kepada mengobati penyakit tubuhnya. Selama permasalahan utamanya tidak terpecahkan, maka penyakit tubuhnya akan muncul kembali. Endah, sorang remaja putri menjadi lumpuh karena keluarga pacarnya tidak setuju anaknya pacaran dengan Endah. Dengan menjadi lumpuh, Endah “memaksa”…

Read More

Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (5)

Artikel merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya Signe Whitson, Chief Operating Officer dari the Life Space Crisis Intervention Institute, dalam bukunya yang berjudul The Angry smile: The Psychology of Passive Aggressive Behavior in Families, Schools, and Workplaces,  telah mengidentifikasi beberapa kata kata atau pernyataan yang menunjukkan perilaku pasif agresif : ”Saya tidak marah”, tetapi bila diamati lebih dalam sebetulnya hatinya menggelegak. ” Ya sudah, terserah bapak saja. Bapak kan yang jadi boss”. Orang yang sebenarnya tidak setuju, namun tidak dapat menolak secara terang-terangan. Kata kata tersebut diucapkan untuk mengakhiri pembicaraan. Seseorang yang…

Read More

Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (4)

Artikel ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya Jenis keempat perilaku ke-kanak kanakan adalah perilaku passive aggressive, yaitu  mekanisme pertahanan terhadap tekanan stress dengan cara menampakkan agresi secara tidak langsung dengan cara bersikap pasif, masochism (mendapat kesenangandari siksaan atau penderitaan) dan mengarahkan agresinya kepada diri sendiri. Manifestasi dari pasif agresif dapat berupa sikap keras kepala, sering lupa, melakukan oposisi, sengaja membuat kegagalan atau gagal berulang kali, mengerjakan tugas pelan pelan, sengaja melakukan pekerjaan secara tidak efisien, selalu datang terlambat atau melakukan penundaan (procrastination).Seseorang dengan pasif agresif melakukan segala sesuatu untuk mencapai tujuannya dengan…

Read More

Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (3)

Lanjutan artikel sebelumnya Ketika menghadapi situasi yang menekan, menimbulkan stress, reaksi antara satu orang dengan orang lain sering berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan karena faktor pengalaman masa lalu yang berbeda, faktor lingkungan dan keluarga yang berbeda. Menghadapi situasi yang menekan, ada yang dapat bereaksi secara positif dan mengatasi stress dengan benar dan komplit, namun ada juga yang menghadapi tekanan tersebut dengan cara yang kekanak-kanakan. Jenis lain dari perilaku kekanak-kanakan adalah melakukan idealisasi atau mengidolakan seseorang lain secara berlebihan. Idealisasi adalah beranggapan bahwa seseorang yang dikagumi mempunyai kemampuan yang jauh lebih hebat…

Read More

Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (2)

Artikel ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya Jenis lain dari perilaku ke-kanak-kanakan adalah ketika menghadapi masalah yang membuat stress kemudian lari ke fantasi atau berkhayal. Pada orang dewasa, berkhayal atau berfantasi itu sering dilakukan oleh para seniman ketika berkarya, baik seniman lukis, pematung, pengarang novel ataupun seniman lain. Berkhayal bagi mereka adalah keharusan. Tanpa berkhayal, mereka tidak akan bisa menghasilkan karya seni. Khayalan seorang seniman dilakukan bukan untuk melarikan diri atau mengurangi stress, tapi karena tuntutan pekerjaan. Hal tersebut berbeda dengan khayalan sebagai tindakan tidak dewasa. Pada orang dewasa, bila…

Read More

Penyebab kegagalan: perilaku ke-kanak kanakan atau tidak dewasa (1)

Saya kira kita semua tahu bahwa perilaku kekanak-kanakan akan membuat hidup kita tidak sukses. Namun dalam kehidupan sehari-hari sering sekali saya temui peristiwa atau keadaan dimana orang dewasa tanpa sadar melakukan tindakan tindakan yang kekanak-kanakan atau berperilaku seperti anak kecil. Pada orang dewasa, perilaku seperti anak kecil tidak akan muncul ketika semua berjalan lancar dan tidak ada masalah. Perilaku seperti anak kecil baru akan muncul ketika orang tersebut menghadapi suatu masalah yang membuatnya stress. Beberapa contoh keadaan yang membuat seorang dewasa normal mengalami stress antara lain: dimarahi oleh atasan karena…

Read More