Bunuh diri (3): tanda tanda orang yang akan bunuh diri

Hampir semua orang yang bunuh diri telah menyampaikan atau mempunyai tanda tanda atau gejala. Cara paling tepat dalam mencegah upaya bunuh diri adalah mengenal tanda tanda tersebut dan bertindak dengan tepat dan cepat. Bila anda percaya bahwa seseorang akan bunuh diri, maka anda bisa mempunyai peran besar dalam mencegah upaya bunuh diri dengan mengajaknya bicara tentang berbagai alternatif jalan keluar yang masih mungkin, menunjukkan bahwa anda perhatian dan mengasihi dia, dan membawanya ke dokter atau psikolog. Tanda tanda yang jelas bahwa seseorang akan bunuh diri adalah dia berbicara tentang keinginannya…

Read More

Bunuh diri (2): salah paham tentang bunuh diri

  Bila seseorang telah berniat bunuh diri maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Sebenarnya, meskipun seseorang sedang dalam keadaan depresi yang mendalam, perasaan mereka tentang kematian masih mendua. Kebimbangan atau keraguan antara pingin tetap hidup atau ingin mati itu terus berkecamuk sampai saat saat terakhir sebelum melakukan bunuh diri. Hampir semua orang yang bunuh diri tidak ingin mati, mereka hanya ingin berhenti dari merasakan kepedihan yang sudah tidak tertahankan lagi. Dorongan hati untuk tetap hidup kadang terkalahkan dengan keinginan untuk mengakhiri kepedihan. Namun, kadang kepedihan tersebut bisa juga dikalahkan…

Read More

Bunuh diri (1): salah paham tentang bunuh diri

Akhir akhir ini saya mendengar semakin banyak orang melakukan bunuh diri. Banyak penyebab bunuh diri. Salah satu penyebabnya adalah karena orang orang disekitarnya tidak tahu cara mencegah agar seseorang tidak sampai bunuh diri. Orang yang bunuh diri mungkin tidak pernah meminta tolong, tetapi hal tersebut bukan berarti mereka tidak mau atau tidak ingin mendapat pertolongan. Sebagian besar orang yang bunuh diri sebenarnya tidak ingin mati, mereka hanya ingin penderitaannya atau kesusahannya berakhir. Bunuh diri adalah sebuah usaha orang yang sudah putus asa untuk mengatasi penderitaan yang sudah tidak tertahankannya lagi.…

Read More

Terapi kognitif untuk mengatasi waham (delusion) pada schizophrenia

Salah satu gejala pada penderita schizophrenia adalah adanya waham (delusion), yaitu penderita percaya kepada suatu hal  meskipun hal tersebut berbeda dari kenyataan. Penderita schizophrenia biasanya punya beberapa kelainan pola pikir sehingga mereka menilai atau menginterpretasikan suatu kejadian secara negatif atau tidak sehat. Beberapa pola pikir tidak sehat tersebut, antara lain: loncat ke kesimpulan. Penderita schizophrenia sering malas mengumpulkan data pendukung. Mereka sering loncat ke kesimpulan tanpa merasa perlu mencari data pendukung kesimpulannya tersebut. Attribution biases. Penderita schizophrenia cenderung menyalahkan orang lain bila sesuatu hal jelek terjadi pada diri mereka (bukan…

Read More

Transformasi Jiwa: Mengubah jiwa rapuh menjadi sehat dan tahan banting

Buku Transformasi Jiwa mulai April 2017 tersedia di toko buku Gramedia atau toko buku ternama lainnya. Bisa juga dibeli secara online Salurkan CSR (corporate social responsibility), zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda ke Tirto Jiwo melalui Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo No Rek. 136-00-1074619-3 a/n Yayasan Islam Ummy Divisi Tirtojiwo

Read More

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (4)

Berikut ini lembar kerja yang bisa dipakai untuk mengelola pikiran penderita hipomania atau mania agar lebih terkontrol   Ketika sedang bergembira (euphoric), saya sering berpikir: Pandangan yang seimbang, sebagai alternatif               Wow, saya punya banyak ide dan kreatif. Saya sangat bersemangat sekarang ini. Orang lain sepertinya tidak puny aide       Berbelanja sepertinya merupakan ide bagus untukku saat ini. Saya ingin punya sepatu buatan luar negeri Tanyakan pada diri sendiri: Adakah fakta yang mendukung bahwa idea tau pemikiran saya benar (realistis)? Apakah ada…

Read More

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (3)

Meningkatnya jumlah ide dan keinginan Selama episode mania atau hipomania, penderita akan mempunyai banyak ide dan gagasan. Penderita biasanya terlalu berlebihan dalam menilai kemampuan dirinya dalam mengerjakan idenya tersebut. Meningkatnya aktivitas mental tersebut (munculnya banyak ide) menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan kegiatan yang sedang dikerjakannya. Kesalahan dalam menilai Penderita hipomania mengalami “kerusakan” pada kemampuannya memberikan penilaian sosial (social judgement) atau menilai sesuatu hal , khususnya dalam hal hubungan antar manusia. Mereka sering menyatakan atau mengerjakan sesuatu yang aneh atau tidak menyadari dampak perkataan atau perbuatan mereka terhadap…

Read More

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (2)

Gejala kognitif dari mania atau hipomania Perubahan kognitif (pemikiran/pengertian) pada mania atau hipomania mempengaruhi cara pandang mereka terhadap situasi, dan pada jumlah dan kualitas ide baru. Perubahan tersebut dapat dipakai sebagai tanda bahwa episode mania atau hipomania mulai muncul, dan tindakan pencegahan harus dimulai agar keadaan tidak memburuk. Meningkatnya optimisme dan rasa percaya diri. Pada penderita dengan mania atau hipomania, gejala yang paling sering muncul adalah timbulnya rasa percata diri, dan melihat masa depan dan dunia dengan sangat positif berlebihan. Bila sedang mengalami mania, mereka merasa sangat percata diri dan…

Read More

Terapi kognitif pada hipomania dan mania (1)

Serangan mania atau hipomania sering memberikan pengalaman yang menyenangkan pada penderita bipolar. Perubahan positif pada suasana hati (mood) bisa sangat dramatis.  Penderita  merasakan dirinya penuh energi, optimis dan menggairahkan. Pada sisi yang lain, orang lain sering melihat penderita mania atau hipomania sebagai orang yang gampang tersinggung atau lekas marah dan mudah terhasut. . Pada penderita yang mengalami episode campuran (mixed episode), perubahan cepat dari gembira atau senang hati ke marah sekali, bisa terjadi dengan cepat. Gejala mania, hipomania atau campuran biasanya mulai muncul secara bertahap dalam kurun beberapa hari hinggá…

Read More

Program pemulihan gangguan jiwa di rumah masing masing (6): mengatasi depresi

 Langkah ketiga berikutnya adalah membuat jadwal kegiatan baru. Sesuai dengan area yang ingin ditingkatkan dibuatlah kesepakatan bersama antara penderita dengan pembimbing jadwal kegiatan baru. Kegiatan baru tersebut dimulai dari kegiatan mudah dan ringan. Dalam langkah ketiga ini juga dimonitor perubahan pikiran, suasana hati dan hambatan yang dialami serta dukungan yang diperlukan. Disini, mungkin penderita depresi diminta membuat suatu “kontrak” atau “perjanjian” dengan keluarga atau orang terdekatnya bahwa dia benar benar akan mengerjakan kegiatan tersebut.  Langkah keempat Setelah penderita depresi melaksanakan kegiatan penting yang menyenangkan dan positif, kemudian didiskusikan hal hal…

Read More