Gangguan jiwa bipolar (2): episoda mania atau hipomania

Gejala utama pada penderita gangguan jiwa bipolar adalah adanya perubahan mood (perasaan) yang berubah ubah dari mania/ hipomania ke depresi atau sebaliknya. Serangan mania atau hipomania sering memberikan pengalaman yang menyenangkan pada penderita bipolar. Perubahan positif pada suasana hati (mood) bisa sangat dramatis.  Penderita  merasakan dirinya penuh energi, optimis dan menggairahkan. Pada sisi yang lain, orang lain sering melihat penderita mania atau hipomania sebagai orang yang gampang tersinggung atau lekas marah dan mudah terhasut. Pada awal serangan mania/ hipomania. Pada penderita yang mengalami episode campuran (mixed episode), perubahan cepat dari…

Read More

Gangguan jiwa bipolar (1): Diagnosa gangguan bipolar

Bila dokter menduga adanya gangguan bipolar, maka dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan dan melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis. Hal tersebut diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain yang menimbulkan gejala seperti yang dikeluhkan oleh pasien, menemukan diagnose penyakit dan mendeteksi adanya komplikasi. Beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah: Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan berat badan tinggi badan, suhu tubuh, tekanan darah dan detak nadi, mendengarkan jantung dan paru paru serta memeriksa perut. Pemeriksaan laboratorium. Dokter mungkin akan memerintahkan pemeriksaan darah rutin, atau pemeriksaan fungsi kelenjar gondok bila…

Read More

Pengobatan schizophrenia (2)

Obat obat anti psikotik lama, sering mempunyai efek samping yang menganggu gerak tubuh. Obat obat anti psikotik lama antara lain: Chlorpromazine Fluphenazine Haloperidol (Haldol) Perphenazine Obat anti psikotik lama tersebut sangat murah, khususnya obat generiknya. Hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk pengobatan jangka lama. Biasanya diperlukan waktu beberapa minggu sebelum obat anti psikotik memberikan dampak pada perbaikan gejala. Tujuan utama pengobatan adalah menekan tanda dan gejala schizophrenia dengan dosis serendah mungkin. Selain dengan obat obatan, untuk mendukung pemulihan penderita schizophrenia juga memerlukan terapi psikososial, seperti: social skills training yang fokusnya pada…

Read More

Pengobatan schizophrenia

Schizophrenia merupakan penyakit menahun/ khronis, seperti juga dengan penyakit darah tinggi atau gula darah, yang memerlukan pengobatan jangka panjang meskipun gejala sudah menghilang atau berkurang. Pengobatan dengan minum obat dan psikoterapi akan dapat membuat penderita schizophrenia mengendalikan penyakitnya. Pada saat krisis atau kambuh parah, perawatan di rumah sakit sering diperlukan sehingga penderita bisa tetap mendapat nutrisi, tidur dan penanganan kebersihan diri yang baik. Pengobatan schizophrenia memerlukan penanganan dari psikiater. Penanganan pasien schizophrenia sering memerlukan berbagai keahlian, seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, pekerja sosial. Obat obatan merupakan kunci utama pengobatan schizophrenia.…

Read More

Psikoedukasi bagi skizophrenia (2)

Orang orang dibawah ini mempunyai resiko terkena schizophrenia yang lebih besar: hidup menyendiri hidup susah (unsatisfactory living conditions) memakai obat terlarang Sedangkan kemampuan perlindungan diri yang bisa membentengi diri dari terkena schizophrenia, antara lain: kemampuan atau ketrampilan dalam mengatasi stress dan masalah dukungan sosial atau persahabatan pola mencari bantuan yang tepat, misalnya tidak lari ke dukun minum obat sesuai perintah dokter (bagi yang sudah sakit). Meskipun mempunyai kerentanan genetis, namun bila hidupnya tidak penuh stress atau mempunyai kemampuang mengatasi masalah dan bisa mengendalikan rasa frustasi, maka seseorang bisa terhindar dari…

Read More

Psikoedukasi bagi penderita schizophrenia

Penderita schizophrenia tidak hanya memerlukan obat agar bisa pulih. Mereka juga memerlukan psychoeducation, sehingga mereka bisa memahami tentang penyakitnya dan secara pro-aktif berusaha bersama dengan dokter untuk memulihkan kesehatan dirinya. Pada penderita schizophrenia, pemahaman penyakitnya dengan pendekatan stress-vulnerability model biasanya sangat cocok. Adanya faktor biologis mendorong mereka untuk mengikuti petunjuk dokter dalam minum obat dan memahami faktor resiko serta pencetus sehingga mereka berusaha menghindarinya. Pada penderita schizophrenia sering ditemui faktor yang membuat rentan terkena schizophrenia, yaitu: genetic vulnerability, faktor genetika/ keturunan berupa riwayat keluarga dengan gangguan jiwa bilogic vulnerability, faktor…

Read More

Pemeriksaan dan diagnosa schizophrenia

Bila dokter menduga bahwa seseorang menderita schizophrenia, dia akan menanyakan adanya  riwayat penyakit badan dan kejiwaannya, melakukan pemeriksaan badan, melakukan test medis dan psikologis. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan: Pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan darah dan skrining ada tidaknya kecanduan obat bius yang sering memberikan gejala yang sama dengan schizophrenia. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan CT Scan dan MRI otak,  untuk mengetahui ada tidaknya kelainan di otak. Pemeriksaan psikologis. Dokter akan menanyakan tentang pikiran, perasaan, ada tidaknya waham (delusion), sikap/ perilaku, keinginan untuk bunuh diri atau melakukan kekerasan. Kriteria diagnosa schizophrenia…

Read More

Penyebab dan faktor resiko schizophrenia

Hingga sekarang penyebab schizophrenia secara pasti belum diketahui. Para ahli bahwa penyebabnya kemungkinan merupakan kombinasi dari faktor biologis dan lingkungan. Gangguan yang terjadi pada kimia di otak, seperti pada neurotransmitters dopamine and glutamate sepertinya berpengaruh terhadap timbulnya schizophrenia. Gambaran neuroimaging dari otak juga menunjukkan adanya kelainan biologis otak pada penderita schizophrenia. Meskipun penyebab pasti schizophrenia belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko terkena schizophrenia, yaitu: Mempunyai riwayat keluarga dengan schizophrenia Terkena serangan virus, toxin atau malnutrisi, terutama pada kehamilan trimester satu dan trimester dua. Lingkungan hidup yang sangat menekan…

Read More

Cara memulihkan diri dari schizophrenia

AKHIR AKHIR INI BANYAK PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PENDERITA SCHIZOPHRENIA BISA PULIH. MESKIPUN DEMIKIAN, PEMULIHAN TERSEBUT MERUPAKAN SUATU PROSES ATAU PERJALANAN PANJANG YANG KADANG ADA PASANG SURUTNYA. FAKTA BARU MENUNJUKKAN BAHWA: schizophrenia bisa diobati dan dipulihkan. Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkannya, schizophrenia bisa dipulihkan. Hanya saja perlu pengobatan dan dukungan orang orang dekatnya. schizophrenia bisa menjalani hidup dengan berarti dan bahagia. Dengan penanganan yang baik, penderita schizophrenia bisa bekerja dan bermasyarakat serta hidup bermanfaat dan bahagia. schizophrenia tidak harus tinggal di rumah sakit. Dengan minum obat dan melakukan upaya agar…

Read More

5 Tingkat pemulihan gangguan jiwa

Proses pemulihan gangguan jiwa dapat diibaratkan seperti seorang yang sedang naik tangga. Dari tingkat terendah, yaitu ketika yang bersangkutan masih kehilangan kemampuan mengenal realitas hingga ke tingkat mandiri. Hanya saja, dalam proses pemulihan dari gangguan jiwa, kadang ada kekambuhan. Orang yang sudah ditingkat 5, bisa tergelincir kembali k tingkat dibawahnya. Ada 5 tingkatan pemulihan gangguan jiwa: Tingkat 1: Stuck (nyangkut). Pada tingkat ini penderita gangguan tidak ingin diganggu, inginnya menyendiri, tidak merasa dirinya perlu pertolongan. Pada tingkat ini biasanya penderita perlu dirawat di rumah sakit. Tingkat 2: Accepting help (Menerima…

Read More