Memahami kognisi (pikiran) penderita gangguan jiwa (1)

Ketika sedang duduk duduk seorang diri disebuah cafe, Michael Hedrick (penderita schizophrenia paranoid) melihat salah satu dari dua perempuan muda yang duduk di kursi tidak jauh darinya melihat kearah dirinya. Kedua perempuan tersebut kemudian tertawa bersama.

Melihat kejadian tersebut, Michael merasa sakit hati. Dipikirannya, pasti kedua perempuan tersebut mentertawakan dirinya. Rasanya dia ingin berteriak dan melepaskan kekesalan hatinya. Namun, untungnya, Michael dapat mengendalikan dirinya. Dia kemudian berdiri dan keluar dari cafe untuk merokok. Tidak lama kemudian, hatinya menjadi tenang kembali.

Dari cerita tadi, kita bisa tahu kalau ada pola pikir yang kurang sehat pada diri Michael. Kemungkinan besar, kedua perempuan muda tersebut tidak mentertawakan diri Michael. Mereka tertawa karena mungkin membicarakan sesuatu yang lucu yang tidak ada hubungannya dengan Michael. Namun Michael sudah mengambil kesimpulan bahwa kedua perempuan tersebut telah mentertawakan dirinya hanya dari satu bukti, yaitu salah satu diantara mereka telah menengok atau melihat ke dirinya sebelum mereka berdua tertawa.

Ada 10 jenis pola pikir yang kurang sehat, yaitu:

  1. Pola pikir lompat ke kesimpulan. Orang dengan pola pikir ini secara otomatis langsung lompat ke kesimpulan tanpa melakukan analisa atau mengumpulkan data pendukung terlebih dahulu. Seperti kisah Michael diatas. Ketika melihat ada dua perempuan tertawa didepannya, Michael segera berkesimpulan bahwa kedua perempuan tersebut mentertawakan dirinya. Dia tidak berusaha mencari informasi mengapa kedua wanita tadi tertawa, apakah benar bahwa mereka mentertawakan dirinya, dll.
  2. Pola pikir hitam putih, atau all or nothing thinking. Menurut pola pikir ini adanya hanya hitam atau putih. Tidak ada abu abu. Contohnya: bila nilai ulangan matematika saya nilainya tidak 9 (bisa diartikan bahwa cerdas), berarti saya goblok. Padahal, bila ulangan matematika dapat nilai 7 sebenarnya tidak bisa disebut sebagai murid goblok. Bisa juga anak tersebut mendapat nilai 7 karena sehari sebelumnya terlalu banyak bermain sehingga tidak sempat belajar. Bila dia belajar, dia akan bisa mendapat nilai 9.

Berlanjut

Related posts