15 intervensi terhadap skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya (2)

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

2. Terapi / tindakan dini. Gangguan jiwa kebanyakan menyerang anak remaja (anak SMA atau mahasiswa). Dengan pengenalan atau deteksi dini yang kemudian diikuti dengan tindakan atau pengobatan dini, maka kemungkinan penyakitnya berkembang menjadi kronis dapat dihindari atau dicegah. Termasuk dalam tindakan dini adalah pengobatan terhadap gangguan jiwa yang baru pertama kali mengalami serangan. Tindakan dini disini termasuk pengobatan (pemberian obat-obatan) dan pemberian pelayanan pendampingan psikososial (cognitive behavior therapy, family therapy,terapi kerja)

3. Dukungan pekerjaan. Bagi kebanyakan penderita gangguan jiwa, pekerjaan adalah obat bagi pemulihan jiwanya. Masalahnya, dalam kondisi ekonomi di Indonesia sekarang ini, mencari pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Menciptakan pekerjaan sendiri, juga akan banyak menimbulkan tekanan psikologis. Untuk saat ini, tindakan yang paling memungkinkan adalah dengan mendirikan koperasi dimana anggotanya adalah gabungan antara penderita gangguan jiwa dan bukan penderita. Dengan bekerja sama, saling bahu membahu, maka diharapkan masalah pekerjaan akan dapat diatasi. Bentuk koperasi ini sudah diterapkan di Spanyol, Italia dan berbagai negara Eropa lainnya.

4. Terapi keluarga. Peranan keluarga dalam pemulihan gangguan jiwa sangatlah penting. Sayangnya, kebanyakan keluarga tidak mempunyai pengetahuan tentang gangguan jiwa dan cara membantu pemulihannya. Terapi keluarga adalah suatu psikoedukasi dan dukungan kepada keluarga agar mereka mampu mendukung proses pemulihan gangguan jiwa bagi anggota keluarganya yang terserang skizofrenia. Di negara negara maju, terapi keluarga dilakukan melalui kunjungan rumah oleh 2 orang tenaga kesehatan yang terlatih. Mereka menyampaikan informasi tentang gangguan jiwa dan cara membantu mendukung pemulihannya. Petugas tersebut juga melatih kemampuan mengatasi masalah dan memecahkan berbagai permasalahan keluarga yang terkait dengan gangguan jiwa bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.

Bersambung

Related posts