Tidak tahan menghadapi tekanan jiwa (distress intolerance)-3

Tulisan ini merupakan lanjuta tulisan sebelumnya.

Berikut ini beberapa metode untuk memperbaiki atau meningkatkan ketahanan jiwa menghadapi disstress (tekanan jiwa):

  1. Perbaiki pola pikir. Seseorang dengan distress intolerance biasanya mempunyai pola pikir yang tidak sehat, seperti: (a) melebih-lebihkan suatu kejadian kecil sebagai tanda akan terjadi bencana, (b) merasa dirinya selalu gagal, (c) terlalu cepat mengambil kesimpulan (melihat seseorang tak dikenal tertawa dengan teman-temannya, dianggap sebagai menghina atau mentertawakan dirinya), dan berbagai pola pikir kurang sehat lainnya. Teknik untuk memperbaiki pola pikir (cognitive therapy) dapat dipelajari dengan mendown-load artikel di website ini atau diberbagai wensite psikologi lainnya.
  2. Lakukan terapi perilaku. Bila penderita selalu menghindar terhadap situasi yang membuatnya stress, maka terapinya adalah dengan sedikit demi sedikit dilatih untuk menhadapi situasi yang membuatnya stress tersebut (jangan menghindar, tetapi dihadapi). Bila selama ini cara menghadapi stress dengan berkali-kali mengecek apakah pintu sudah terkunci, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah menahan diri untuk tidak mengecek kunci pintu tersebut.
  3. Lakukan relaksasi. Bila stress muncul, segera lakukan relaksasi dengan, misalnya: mengatur pernapasan (napas panjang), melakukan relaksasi otot, melakukan kegiatan yang dapat menghilangkan stress (melakukan hobi, jalan jalan ke taman, dll).
  4. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Peningkatan ketaqwaan dan keimanan akan dapat memperbaiki ketahanan seseorang dalam menghadapi stress. Seseorang yang percaya bahwa ada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka dia dapat berdoa untuk memohon perlindungan dari ancaman atau bahaya (sehingga rasa takut berlebihan menjadi hilang), memohon pengganti atas sesuatu yang hilang (sehingga rasa sedih menjadi berkurang), dan lain lain.
  5. Antisipasi munculnya stress. Kita perlu belajar atau mengenali factor atau kejadian yang memicu munculnya stress. Misalnya: kita merasa stress (marah atau sedih) setelah bertengkar dengan istri/suami atau saudara dekat, ketika harus mengumpulkan tugas pekerjaan kantor/ sekolah, bila tagihan kartu kredit dating, dll. Dengan mengenali factor atau kejadian pemicu munculnya stress, maka kita dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi stress tersebut. Sebagai contoh: (a) bila kita stress setiap menghadapi ujian, maka caranya adalah dengan belajar yang rajin jauh jauh hari sehingga lebih siap ketika menghadapi ujian, (b) bila kita stress ketika menghadapi tagihan dari debt collector, maka kita harus berusaha mengendalikan keuangan.

Related posts

Leave a Comment