Terapi untuk mengatasi trauma

what_is_tf-cbtSebagian besar kita pernah atau akan mengalami kejadian yang mengancam jiwa, menakutkan, dan diluar kendali kita.

Trauma yang sering terjadi, antara lain: kecelakaan, korban kekerasan seksual atau  fisik, berada dalam situasi yang mengancam jiwa (perang, bencana alam).

Perasaan yang timbul biasanya berupa: ketakutan, perasaan bersalah, terkejut, malu, marah, merasa terancam.

Biasanya, dengan berjalannya waktu, sebagian besar orang yang mengalami trauma dapat mengatasi masalahnya tanpa perlu pertolongan orang lain. Pada sebagian orang, dampak akibat trauma berlangsung lebih lama dan lebih berat. Mereka biasanya memerlukan bantuan untuk memulihkan kesehatan jiwanya.

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yaitu gangguan tekanan jiwa sehabis mengalami trauma, mempunyai 4 kelompok gejala:

  • Munculnya ingatan atau perasaan seperti ketika mengalami ulang kejadian tersebut
  • Merasa sangat terancam atau menjadi terlalu waspada
  • Menghindari hal hal yang akan mengingatkan kepada kejadian tersebut
  • Mengalami perubahan dalam memandang dunia, orang lain maupun dirinya sendiri.

Diagram diatas menggambarkan proses atau keterkaitan antara trauma dengan berbagai gejala psikologis dari PTSD. Truma menyebabkan pandangan seseorang terhadap dirinya, diri orang lain, masa depannya maupun terhadap dunia. Bila ada kejadian atau sesuatu yang mengingatkan akan trauma tersebut, maka yang bersangkutan mengalami gejala ataupun perasaan seperti ketika dulu mengalami hal tersebut. Hal tersebut membuat yang bersangkutan merasa ketakutan atau terancam jiwanya.

Terapi terhadap PTSD dilakukan dengan: (a) membuat stabil emosi penderita dengan berbagai teknik seperti teknik relaksasi. Kestabilan emsoi juga dapat dicapai dengan memperkuat ketahanan jiwanya. (b) menguraikan ingatan tentang kejadian yang traumatis tersebut. Dengan mengingat kembali dan mengatasi dampak negative yang timbul dari kejadian yang traumatis, maka pelan pelan dampak negatifnya akan dapat dikurangi. (c) langkah berikutnya adalah memperbaiki (meluruskan kembali) kepercayaan (beliefs) yang timbul sebagai akibat dari kejadian yang traumatis tersebut. Misalnya karena pengalaman perang, maka setiap mendengar mercon akan merasa kembali berada dalam peperangan. Hal hal seperti itu perlu diluruskan kembali. (d) membangun kembali kehidupannya. PTSD sering membuat seseorang berantakan hidupnya. langkah keempat adalah bekerja sama dengan therapist untuk menata kembali kehidupan yang bersangkutan.

sumber: http://psychology.tools/what-is-tf-cbt.html

Related posts

Leave a Comment