Penyebab dan faktor resiko penyakit depresi

cause-of-depressionBeberapa penyakit mempunyai penyebab yang jelas dan spesifik sehingga pengobatannya juga bisa khusus atau spesifik untuk mengatasi penyakit tersebut.  Bila seseorang menderita kencing manis maka obatannya adalah dengan mendapat insulin. Bila seseorang terserang usus buntu, maka obatnya adalah dengan operasi.Namun tidak demikian halnya dengan depresi.Sepertinya penyebab depresi bersifat komplek atau multi faktor.Depresi bukan hanya disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan kimia didalam otak yang cukup disembuhkan dengan minum obat obatan.Para ahli berpendapat bahwa depresi disebabkan oleh kombinasi faktor biologis, psikologis dan sosial. Dengan kata lain,gayahidup yang anda pilih, persaudaraan atau persahabatan yang anda bangun, serta kemampuan atau ketrampilan mengatasi masalah (coping skills) yang anda punyai, merupakan faktor yang berperanan dalam menyebabkan terjadinya depresi. Faktor faktor tersebut diperkirakan mempunyai peran yang sama besar atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan faktor keturunan sebagai penyebab depresi.

Adabeberapa faktor yang diduga sebagai penyebab atau factor resiko terkena depresi, yaitu antara lain:

  •  Kesepian atau keterasingan (loneliness)
  • Pengalaman hidup yang menekan (stressful) akhir akhir ini
  • Kurangnya dukungan sosial
  • Riwayat penyakit depresi pada keluarga
  • Perbedaan biologis.Parapenderita depresi
  • Adanya masalah keluarga atau masalah perkawinan
  • Masalah keuangan
  • Adanya trauma atau pelecehan pada masa kanak kanak
  • Menganggur atau tidak punya pekerjaan
  • Penyalah gunaan obat atau narkotika
  • Pola pikir yang negatif.

Mengetahui penyebab kenapa seseorang menderita depresi akan sangat memudahkan pengobatannya. Bila seseorang menderita depresi karena karirnya yang mandeg, maka pengobatan yang paling baik adalah dengan mencari pekerjaan ditempat lain, bukan dengan minum obat antidepresan. Bila seseorang baru pindah tempat tinggal dan pindah tempat kerja, kemudian merasa sedih, kesepian dan tidak punya teman yang bisa berlanjut menuju depresi, maka penyembuhannya bukan dengan mendatangi psikiater, tetapi dengan mencari teman melalui hobi baru, misalnya.

Begitu pula, bila seseorang mengalami depresi karena pola pikir yang salah (akan dibahas dalam bab tersendiri), maka yang diperlukan untuk menyembuhkannya adalah dengan menata ulang pola pikirnya

Related posts

Leave a Comment